Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat baru berhasil melaksanakan kontrak paket proyek-proyek infrastruktur sebesar 65% atau senilai Rp61,6 triliun dari total anggaran Rp94 triliun.

Realisasi tersebut bertolak belakang dengan target pemerintah yang menetapkan bahwa seluruh proses lelang proyek infrastruktur harus dituntaskan pada Juni 2015.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU-Pera Taufik Widjoyono menyatakan progres lelang proyek-proyek infrastruktur di kementeriannya masih belum mencapai 100% lantaran adanya kebijakan nomenklatur di kementeriannya, sehingga proses pencairan anggaran membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kami baru bisa merealisasikan penandatanganan kontrak pada Mei setelah anggarannya cair. Oleh sebab itu, kita ingin agar proses lelang tahun depan bisa dipercepat untuk mengejar target pembangunan program-program prioritas," kata Taufik, Minggu (29/6/2015).

Pada tahun ini, Kementerian PU-Pera memperoleh anggaran Rp118 triliun. Dari total anggaran tersebut, Rp94,57 triliun dialokasikan untuk pengerjaan proyek kontraktual, sedangkan sisanya digunakan untuk swakelola Rp12,8 triliun, pengadaan tanah Rp6,8 triliun, dan adminsitrasi umum Rp4,3 triliun.

Setelah dikurangi anggaran proyek tahun jamak Rp9,1 triliun, total anggaran kontraktual 2015 adalah Rp85,47 triliun.

Sumber : BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah meminta operator tol Cikopo-Palimanan atau Cipali memasang lampu penerangan di sepanjang jalur lurus ruas tol tersebut, untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.

http://poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2015/04/ilus-jalan-tol.jpg
Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengatakan kelaikan operasi tol Cipali telah mendapat sertifikasi dari lembaga yang berwenang. Yang kurang saat ini hanya aksesoris berupa rambu dan lampu penerangan yang sedang dipasang.

“Untuk malam sebenarnya sudah ada lampu, dan kalau untuk operasi itu hanya diwajibkan di juction. Akan tetapi, saya meminta operator memasang lampu di sepanjang jalur lurus, karena memang cukup panjang,” katanya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Basuki menuturkan pihaknya akan menyelesaikan pembangunan empat rest area di dalam ruas tol tersebut sebelum arus mudik berlangsung. Dengan begitu, pemudik dapat memanfaatkannya sebagai tempat untuk istirahat, dan menekan angka kecelakaan lalu lintas karena kesalahan manusia.

Menurutnya, berdasarkan data Korlantas Polri diketahui kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu disebabkan oleh kelalaian manusia, bukan karena kelaikan ruas tol tersebut. Lima kecelakaan terakhir terjadi kepada pengendara jarak jauh asal Surabaya dan Yogyakarta.

“Empat pengendara dari Surabaya dan satu dari Yogyakarta, mungkin mereka excited dengan tol baru. Sekali lagi, ini data dari Korlantas Polri,” ujarnya.

Sekedar diketahui, sejumlah masyarakat mempertanyakan kelaikan Tol Cipali untuk digunakan pada arus mudik tahun ini. Pasalnya, tol tersebut belum dilengkapi dengan lampu penerangan dan rambu lalu lintas yang memadai.

Minimnya rambu di tol tersebut juga dicurigai sebagai penyebab maraknya kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut. Apalagi, tol tersebut didominasi oleh jalur lurus dengan jarak antar-rest area mencapai 25-30 kilometer.

Sumber : Bisnis.com

Senin, 1 Juni 2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia usaha hingga kini sangat memerlukan tenaga kerja di bidang teknik. Sayangnya, justru yang terjadi Indonesia kekurangan insinyur.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, karena kekurangan pekerja teknik, banyak perusahaan justru mempekerjakan pekerja asing atau ekspatriat.

"Saya tidak tahu kebenarannya kenapa justru bidang engineering pada 1960-an diminati, justru saat ini (peminatnya) berkurang. Padahal ini yang kita butuhkan jika negara ingin maju. PMA butuh engineering tapi pasokan terbatas," kata Suryo Bambang Sulisto, Kamis (4/6/2015).

Padahal, kata dia, Indonesia akan segera menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dimana tenaga asing bisa bebas masuk mencari kerja di Indonesia. Oleh kerana itu dunia usaha berharap adanya link and match yang lebih baik antara perguruan tinggi dan dunia usaha.

Di sisi, pemerintah memiliki peraturan syarat minimal tenaga kerja asing di Indonesia yaitu harus S1. Aturan itu kata dia sempat dipertanyakan sejumlah negara seperti Jepang dan Tiongkok. Menurut dia, pekerja perusahaan Jepang justru banyak yang bukan sarjana.

Namun, kata dia, meski tak sarjana para pekerja jepang justru sangat ahli bahkan melebihi kemampuan pekerja yang memiliki gelar sarjana. Oleh karena itu, kemampuan harus menjadi tolok ukurnya.

Bisnis.com, JAKARTA -- Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) tetap mendukung izin impor barang modal bukan baru, khususnya produk alat berat. Kebijakan tersebut dinilai memperkuat daya saing usaha konstruksi dan memacu percepatan pembangunan infrastruktur.

http://img.bisnis.com/posts/2015/06/16/443866/130704_alat-berat.jpg

“Gapensi dalam posisi tetap mendukung, sebab investasi diperalatan berat ini sangat berat,” ujar Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa dalam keterangan tertulis, Selasa (16/6/2015).

Dia menuturkan investasi alat berat untuk mengembangkan sektor konstruksi di Indonesia memerlukan dukungan berbagai pihak guna bisa memenuhi keberlanjutan bisnis penyewaan alat berat Tanah Air. Salah satunya ialah bagaimana menegakan investasi yang cukup berat di sektor tersebut.

"Hampir 99% komposisi kontraktor nasional merupakan klasifikasi UKM konstruksi yang selalu mengalami kesulitan berinvestasi di alat berat," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyatakan memberi lampu hijau atas peninjauan kembali kebijakan izin impor barang modal bukan baru, khususnya produk alat berat yang dinilai telah merugikan produsen dalam negeri.

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meminta Kementerian Perindustrian mengajukan keterangan tertulis terkait dengan efek negatif kebijakan impor barang modal. Sebagaimana diketahui ketentuan impor barang modal bukan baru tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.75/MDAg/PER/12/2013 dan diteken oleh Gita Irawan Wirjawan, Menteri Perdagangan sebelumnya.

Sumber : http://industri.bisnis.com/read/20150616/45/443866/gapensi-dukung-izin-impor-produk-alat-berat-bukan-baru

Rabu, 03 Juni 2015

Merdeka.com - Tol Cikampek - Palimanan sepanjang 116,7 kilometer (Km) yang diklaim menjadi tol terpanjang di Indonesia siap beroperasi sebelum Ramadan 2015. Presiden Joko Widodo direncanakan akan meresmikan operasional tol ini.

"Tol ini sudah siap 99 persen dan sudah siap beroperasi sebelum Ramadan tiba, nanti presiden akan meresmikannya," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono pada saat peninjauan tol Cikampek-Palimanan, Jawa Barat, seperti dilansir Antara, Selasa (2/6).

Read more: Jakarta Sampai Brebes Segera Tersambung Tol

Site Statistics

  • Current Active Users3
  • Visits This Week528