Copyright 2017 - BDP Gapensi Jawa Barat

AGolf – Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) mengharapkan pemerintah segera merealisasikan skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor konstruksi. Pasalnya, skema ini sangat penting untuk membantu pelaksana konstruksi berskala kecil yang terbebani bunga bank yang sangat tinggi.

PT. Debindo International Trade Exhibition menyelenggaraan Indobuildtech Expo 2016 ke-5 pameran building technology dan industri komponen bahan bangunan serta teknologi konstruksi terkait lainnya dan telah menjadi pameran berskala internasional, bertempat di Graha Manggala Siliwangi, Jawa Barat.

semoga informasi ini bermanfaat khususnya untuk anggota GAPENSI umumnya untuk seluruh perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi 

POROS GARUT,- Apa yang sudah ditunjukkan oleh pengurus masa bakti 2011-2016 rasa-rasanya tidak ada alasan bagi BPC Jawa Barat untuk lebih optimis kedepan

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengapresiasi pengembangan terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta oleh PT Angkasa Pura II yang akan segera diresmikan 

pada pertengahan Agustus 2016.

Wakil Ketua Kadin bidang Perhubungan Carmelita Hartoto mengungkapkan pengembangan terminal tiga (T3) memang sudah harus dilakukan karena jumlah penumpang yang terus tumbuh pesat di Bandara Soekarno - Hatta, Banten. 

"Sekarang pengembangan sudah dilakukan, kini kita punya bandara besar yang bisa dibanggakan. Bahkan, terminalnya lebih besar dari terminal Bandara Changi, Singapura. Maka T3 akan menjadi terminal yang terbesar di kawasan," ujarnya, Selasa (2/8/2016).

Oleh karena itu, dia berharap terminal ini dapat segera beroperasi melayani penumpang segera. Setelah terminal rampung, Carmelita mengingatkan agar pihak PT Angkasa Pura II (AP II) segera menyelesaikan pembangunan automatic people mover atau sarana untuk perpindahan penumpang antar terminal di dalam Bandara Soekarno - Hatta.

"People mover-nya harus dipercepat. Selain itu, jangan lupa pembangunan kereta bandara sebagai akses ke bandara juga harus dipercepat pembangunannya," ujarnya.

Menurutnya, kereta bandara ini penting karena satu-satunya akses ke Bandara Soekarno - Hatta hanya melalui jalur darat atau jalan tol.  Jika sewaktu-waktu ada insiden di akses tol menuju bandara, maka penumpang Akan memiliki akses alternatif dengan moda transportasi lainnya.

Dari sisi udara, Wakil Ketua Kadin bidang Perhubungan ini berharap AP II segera membangun east cross taxiway. Dengan east cross taxiway, maka trafik pergerakan pesawat dapat meningkat sehingga mengurangi antrian pesawat baik take off dan landing.

"T3 hanya menambah kapasitas penumpang di landside, namun tidak untuk kapasitas penerbangan (airside) sehingga akan lebih signifikan jika east cross taxiway-nya nantinya segera dituntaskan pembangunannya," imbuhnya.

Kedepannya, dia berharap landasan pacu ketiga (runway) juga dapat dimulai pekerjaannya. Dengan kombinasi infrastruktur yang memadai, bukan tidak mungkin Bandara Soekarno - Hatta menjadi bandara internasional kelas dunia yang terbaik. 

Lebih lanjut, dia berpesan agar semua pihak harus mulai melakukan koordinasi bagaimana agar konektivitas udara lebih efisien. Caranya, semua pihak terkait harus memikirkan pengembangan bandara lain.

Saat ini, saya melihat masih ada penumpang dari Padang ke Palembang yang harus transit di Bandara Soekarno Hatta sebelum melanjutkan penerbangan ke Palembang. 

"Padang - Palembang harus dicek bagaimana frekuensi dan kapasitas penerbangannya. Ini memang menambah penumpang di Bandara Soetta, tapi di sisi lain tidak efisien dan justru menambah beban kapasitas Bandara Soetta."

Hal ini dipicu oleh banyaknya penumpang domestik ke Jakarta hanya sekedar transit, padahal dilihat dari jarak dan rute tidak efisien. Akhirnya, beban bandara jadi tidak merata. 

Kadin melihat perkara ini bukan hanya tugas operator dan pemerintah, tetapi pemerintah daerah juga harus berperan dalam membangun konektivitas yang baik dan simpul ekonomi untuk menunjang konektivitas tersebut.

"Kalau ekonominya tidak didorong, maka frekuensi penerbangannya juga tidak bertumbuh. Pemda juga punya peran penting sehingga ada pemerataan penumpang."

Dengan begitu, dia menyarankan Soetta dengan T3nya sebaiknya diarahkan sebagai hub internasional bukan hanya hub nasional. "Selama ini kebanyakan nasional kan. Hub internasional, banyak yang memilih Changi."

 

SUMBER : BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera menerbitkan izin normalisasi kanal Cikarang—Bekasi—Laut, setelah merampungkan kajian teknis yang meliputi fungsi pengendalian banjir dan pemanfaatan kanal tersebut sebagai alur pelayaran.

Direktur Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Agus Suprapto menyatakn pihaknya telah mengkoordinasikan rencana pemanfaatan kalan tersebut dari PT Cikarang Listrindo kepada Pelindo II. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan izin akan diterbitkan karena masih harus melalui pembahasan secara internal.

“Terkait Pelindo memang masih melakukan FS , tetapi sudah dikoordinasikan bahwa ada rencana pemanfaatan dari Cikarang Listrindo, sehingga sudah bisa diantisipasi pengembanganyang diperlukan jika Pelindo juga akan memanfaatkan,” ujarnya, Selasa (24/5/2016).

 

Dia menjelaskan secara prinsip pemerintah telah menyetujui tentang rencana pengembangan tersebut. Namun, dokumen teknis yang diperlukan untuk menerbitkan izin masih dalam tahap penyelesaian.

“Secara prinsip sudah saling sepakat, namun perludituagkan secara lebih jelas dalam dokumen dan dijeaskan kepada pimpinan. Jika pimpinan setuju akan segera diterbitkan izinnya,” tambahnya.

Sebelumnya Head of Legal Government Relations and  Community Development PT Cikarang Listrindo Johanes Irawan Eddianto menyatakan tahun lalu telah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan untuk izin operasi dan pemanfaatan kanal kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kami prinsipnya sudah memenuhi semua perizinan yang diperlukan, rekomendasi dari balai puslitbang juga sudah ke luar, itu pun untuk memenuhi pengurusan izin dari Kementerian PU,” ujarnya

Dalam hasil studi yang diajukan,  perusahaan pemasok listrik ini akan melakukan normalisasi sepanjang 12 kilometer di kanal Ciakarang—Bekasi—Laut (CBL) yang terletak di Bekasi Utara untuk mengubah kanal tersebut menjadi jalur transportasi logistik perahu tongkang yang memasok batu bara ke pembangkit listrik milik perusahaan yang berada di Babelan, BekasiUtara.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G.Masassya menyatakan pihaknya selaku pelaksana proyek tersebut masih melakukan finalisasi kajian atas proyek tersebut. Selain kajian mengenai desain, perseroan juga membuka kemungkinan untuk bermitra dengan badan usaha lainnya.

“Kita tahap finalisasi untuk memastikan apakah ini akan go sendirian atau kita mencari partner. Ini kan pengalaman baru buat kita melalui kanal itu, sekarang di internal pun kita lagi mendalami,” ujarnya.

 

sumber dari bisnis.com