Copyright 2017 - BDP Gapensi Jawa Barat

BPD GAPENSI Jawa Barat selasa kemarin tepatnya pada tanggal 9 Februari 2016, telah melaksanakan MUSDA ( Musyawarah Daerah ) yang ke XII, bertempat di Hotel Grand Pasundan Kota Bandung. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Jarat Achmad Heryawan, Ketua Umum GAPENSI Pusat Iskandar Z. Hartawi beserta Wakil Ketua Umum I (satu) Gapensi Pusat Achmad Hanafiah beserta pengurus BPP GAPENSI lainnya. Dalam kesempatan ini GAPENSI Jawa Barat mengundang Ketua Umum LPJK Jawa Barat  Drs. P.E. Indrato, M.Si, dan semua Pengurus Cabang GAPENSI se Jawa Barat.

Dalam MUSDA ke XII ini terpilih sebagai Ketua Umum GAPENSI Jawa Barat H. Susilo Wibowo, SIP dan Wakil Ketua Umum I ( Satu ) H. Yeyet R. Hidayat. Dalam sambutannya Ketua Umum terpilih H. Susilo Wibowo menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi pelaku Jasa Kontruksi Nasional ketika MEA diberlakukan dan berharap agar GAPENSI bisa menjadi mitra kerja pemerintah yang terbaik, bijaksana, kredibel dan berdaya  saing tinggi, sebagai pelaku usaha jasa konstruksi atau Penyedia Jasa Kontruski  dan menjadi Pelopor Pelaksana Kontruksi yang berkualitas.

Masyarakat Jasa Konstruksi harus berfikir positif dan mendukung Pemerintah bahwa semua ini di maksudkan untuk meningkatkan profesionalisme agar Pelaku Jasa Konstruksi memiliki daya saing untuk menghadapi berbagai persaingan tidak hanya dengan para pelaku dalam negeri saja tetapi masyarakat jasa konstruksi ditantang untuk mampu bersaing di  MEA “MASYARAKAT EKONOMI ASEAN”. Demikian isi sambutan Ketua Umum Terpilih H. Susilo Wibowo di MUSDA XII GAPENSI Jawa Barat.

            Pada kesempatan yang sama Ketua Umum terpilih H. Susilo Wibowo GAPENSI  Jawa Barat  menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan PON KE XIX  yang tahun ini Jawa Barat menjadi tuan rumah. “Kami  GAPENSI se Jawa Barat Mendukung sukses nya Kegiatan PON ke XIX dan mudah-mudahan JABAR Kahiji / JABAR jadi juara umum dapat terwujud.

 

 

Bisnis.com, JAKARTA -- Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menyatakan sepanjang tahun 2015 telah memperbaiki 1.900 Km jalan provinsi yang mengalami kerusakan.

"Kalau perbaikan jalan, itu sekitar 1.900 Km sedangkan pembangunan jalan baru selama tahun 2015 itu sekitar 6 km. Itu jalannya lebar dan besar," kata Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat M Guntoro, di Kota Bandung seperti dikutip Antara pada Minggu (3/1/2016).

Perbaikan jalan provinsi selama tahun 2015 dilakukan di enam wilayah di antaranya kawasan Bandung Raya, Cianjur, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Cirebon.

Dia mengklaim realisasi proyek yang ada di Dinas Bina Marga Jawa Barat pada tahun 2015 mencapai 100%. "Alhamdulillah, seluruh kerjaan semuanya selesai 100 persen di tahun kemarin," kata dia.

Sedangkan untuk realisasi kemantapan jalan di Jabar saat ini, menurut dia, sudah mencapai 97% dan dengan berbagai program peningkatan jalan dapat mencapai 98%.

Menurut dia, untuk mengejar target tersebut berbagai langkah sudah diimplementasikan dan untuk merealisasikan pembangunan jalan pelaksanaannya berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

Guntoro mengatakan sebagai tindak lanjut dari koordinasi itu saat ini sejumlah jalan provinsi di Jawa Barat kini menjadi jalan nasional seperti Jalan Cimareme, Soreang Ciwidey sampai Cidaun dan jalan provinsi di Kuningan ke arah Ciamis.

"Terkait pengelolaan jalan apakah oleh kami atau pusat tidak ada masalah karena yang utamanya adalah memberikan kualitas jalan terbaik untuk masyarakat," kata dia.

Klik disini untuk melihat Sumber : Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kalangan insinyur berharap anggaran infrastruktur pemerintah yang akan semakin besar di tahun mendatang harus diimbangi pula dengan peningkatan kualitas pekerjaan.

Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Danang Parikesit mengatakan, manajemen pengadaan proyek di lingkungan kementerian teknis menurutnya masih belum baik. Peningkatan anggaran tahun ini tidak diimbangi percepatan penetapan pejabat sehingga berdampak pada perlambatan penyerapan anggaran.

“Yang kami kuatirkan sebenarnya kualitas pekerjaan. Masih boros,” katanyan melalui pesan elektronik, Selasa (22/12/2015).

Sebagai contoh, selama ini, siklus pemeliharaan berkala jalan nasional masih antara 3 tahun hingga 4 tahun sekali, padahal seharusnya bisa 8 tahun hingga 10 tahun sekali.

“Pak Jokowi sendiri malah menengarai 1-2 tahun sudah harus pemeliharaan berkala,” katanya.

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan normalisasi kali Ciliwung selesai pada 2016. Hingga sejauh ini pekerjaan normalisasi di wilayah Jakarta Timur telah mencapai 47% dari 19 km.